Berwisata Religi di Solo, Jangan Lupa Mendatangi Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Saat liburan di kota Solo, jangan lupa mengunjungi berbagai macam wisata religinya. Salah satunya adalah Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo. Lokasinya hanya berjarak sekitar 60 meter saja dari komplek Istana Pura Mangkunegaran, persisnya di Jl. Kartini Banjarsari, kota Solo Provinsi Jawa Tengah.

Masjid kuno ini dibangun oleh Pangeran Sambernyawa yang memiliki gelar sebagai KGPAA Mangkunegara I pada akhir abad XVIII. Namun ketika itu lokasinya masih berada di daerah Kauman, tidak jauh dari Pasar legi. Lalu pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara II masjid tersebut dipindah ke tempat baru, dekat dengan komplek istana.

Pemandangan sekitar masjid

Saat sampai di Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo, traveler akan melihat atap masjid yang membentuk tajug tumpang tiga. Di atasnya terdapat mustaka khas Jawa. Serambi masjid berukuran 22 X 11 meter, di dalamnya juga terdapat bedug besar dengan nama Kanjeng Kyai Danaswara.

Menempel di dinding serambi dengan topangan sebanyak 18 tiang, disana tertulis huruf Arab dan aksara Jawa. Pada awalnya, Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo ini dibangun atas sebagai simbol panatagma atau peran raja sebagai pemuka agama.

Warna dominan dari masjid ini ialah hijau dan emas. Mimbar kayu terukir dengan indahnya, bermotif bunga. Nama Masjid Al Wustho Mangkunegaran ini pertama kali dipakai di tahun 1949 oleh Raden Tumenggung KH Imam Rosidi.

Nama tersebut mempunyai arti tengah atau pertengahan. Hal ini merujuk pada ukurannya bangunan yang tidak terlalubesar seperti Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta. Tapi pada sisi yang lain juga tidak sekecil Masjid Kepatihan.

Akses dan tips

Untuk menuju wisata religi Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo, sebenarnya tidak terlalu sulit. Traveler dapat menggunakan banyak moda transportasi Solo mulai dari angkutan kota, becak, bis hingga taksi online.

Apabila ingin mengunjungi Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo, lebih baik datang ketika weekdays karena ketika akhir pekan atau hari Jumat, masjid akan ramai. Tetapi selain itu bisa pula mendatangi masjid tersebut saat waktu shalat akan tiba. Sehingga traveler bukan hanya menikmati wisata religi saja, namun bisa sembari sembahyang atau sholat.

Karena Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo adalah tempat ibadah, maka traveler harus menjaga sikap misalanya mengenakan busana minim atau bicara kasar. Kemudian ketika mau melakukan sesi pemotretan, lihat situasi serta kondisi agar tidak menimbulkan gangguan pada para jamaah yang ingin menjalankan ibadah sholat atau kegiatan kerohanian lainnya.