Berwisata Sambil Mencari Ketenangan Hati di Masjid Agung Solo

Di kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta, terdapat sebuah obyek wisata religi yang oleh masyarakat setempat lebih sering disebut Masjid Ageng atau Masjid Agung Solo. Traveler yang ingin mencari ketenangan hati, sangat pas singgah di destinasi ini. Suasananya selalu bikin nyaman dan adem.

Konsep desain

Bangunan utama Masjid Agung Surakarta didirikan oleh Raja Sri Susuhunan Pakubuwono III pada tahun 1763 Masehi. Sedangkan dinding luar dan pintu gerbangnya dibangun pada 1858 oleh Sri Susuhunan Pakubuwono VIII. Pintu gerbang ini dikasih hiasan berupa kubah-kubah kecil dan bagian tengahnya terdapat simbol Keraton Kasunanan.

Setelah melewati pintu gerbang, traveler langsung berada di halaman luas. Di kiri kanannya terdapat dua bangunan semi terbuka yang dinamakan pagongan. Setiap tahun pada perayaan Sekaten, kedua bangunan ini digunakan untuk memainkan gamelan sebagai salah satu bentuk syiar agama Islam.

Beberapa puluh langkah kemudian, wisatawan akan langsung berhadapan dengan kemegahan bangunan masjid yang atapnya menggunakan gaya tajug bersusun tiga. Ditengahnya terdapat limasan dengan hiasan mustaka yang ukurannya semakin mengecil di bagian puncak.

Di sisi kanannya menjulang sebuah menara setinggi 33 m yang didirikan di era pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X1 sekitar tahun 1943. Sementara itu di bagian depan bangunan utama terdapat dua kolam untuk berwudlu yang dibuat secara terpisah untuk pria dan wanita.

Masuk ke serambi masjid, suasana nyaman dan adem makin terasa. Serambi ini dibangun di masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X antara tahun 1910 hingga 1930. Di bagian ujungnya ada beduk besar dan kentongan yang selalu dipukul sebelum adzan berkumandang.

Ruang utama

Dari serambi, traveler dapat melanjutkan langkah kaki menuju ruang utama dalam masjid. Di sini terdapat empat tiang besar sebagai penyangga bangunan yang dinamakan saka guru yang dikitari oleh duabelas tiang dengan ukuran lebih kecil yang disebut saka rawa.

Sama seperti tempat ibadah umat Islam lainnya, ruang utama ini juga dilengkapi mihrab dan mimbar. Mihrab tersebut merupakan hadiah dari Sultan Ottoman Turki kepada Sri Susuhunan Pabubuwono X. Hiasannya yang berupa ukiran dan kaligrafi berwarna keemasan.

Selain itu, di ruang Masjid Agung Solo tersebut terdapat suatu ruang kecil tidak mungkin ada di masjid-masjid lainnya. Ruangan ini dibuat secara khusus dan hanya boleh dipakai oleh raja untuk beribadah dan dinamakan Maksura. Sebelum diangkat jadi raja, seorang putra mahkota diharuskan menjalankan ibadah sholat Jum’at di ruang tersebut selama beberapa pekan.

Selain indah desain bangunannya, obyek wisata religi Masjid Agung Surakarta selalu mampu membuat traveler merasa nyaman. Cocok untuk menenangkan diri, apalagi ketika hati sedang diliputi kegelisahan.