Mengunjungi Wisata Religi Kelenteng Poo An Kiong Coyudan Solo

Jangan salah, selain Vihara Avalokiteswara atau Klenteng Tien Kok Sie yang ada dekat Pasar Gede, Solo masih memiliki Kelenteng Poo An Kiong. Kelenteng Poo An Kiong adalah vihara yang cukup tua serta mempunyai sejarah yang begitu kental.

Lokasi Kelenteng Poo An Kiong

Kelenteng Poo An Kiong, nama ini memiliki arti sumber keselamatan negara. Kelenteng Poo An Kiong terletak di Jalan Yos Sudarso No. 122 Coyudan, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah. Bagi pelancong luar daerah ingin mencari penginapan di kawasan ini, sangat mudah mencari hotel di Solo yang jaraknya tidak terlalu jauh dari obyek wisata rohani tersebut.

Kelenteng Poo An Kiong ini didirikan di tahun 1881 pada masa pemerintahan dari Sri Paduka Paku Buwono IX. Untuk sampai ke destinasi ini, traveler bisa menggunakan beberapa moda transportasi umum seperti becak, taksi hingga ojek online. Tetapi jika memilih menggunakan kendaraan pribadi, bisa menggunakan Google Map untuk sampai di Kelenteng Poo An Kiong ini.

Bentuk Bangunan

Kelenteng Poo An Kiong mempunyai bentuk bangunan yang sangat khas, contohnya seperti atap genteng yang dilengkapi ornamen cantik di bagian atasnya. Selain itu Kelenteng Poo An Kiong juga dipercantik dengan warna merah menyala. Merah memang jadi warna dominan di seluruh bangunan termasuk ruang dalam dan interiornya.

Struktur bangunan Kelenteng Poo An Kiong memakai kayu jati. Hal ini terlihat dari kolom utama pada bangunan. Ornamen khas tradisional China terlihat di bagian atap seperti adanya patung naga.

Bentuk bangunan dari Kelenteng Poo An Kiong ini belum mengalami perubahan, tapi pernah disempurnakan oleh PB X. Pada masa itu raja dari Kraton Kasunanan ini menyuruh seorang punggawa keraton untuk memposisikan Kelenteng Poo An Kiong sebagai area khusus yang disakralkan.

Bukti lainnya apabila Kelenteng Poo An Kiong merupakan tempat yang dianggap sakral serta dianggap penting keberadaannya yaitu adanya dua buah pilar raksasa yang digunakan sebagai penyangga utama kelenteng.

Pilar tersebut bertuliskan bahasa Mandarin dan mempunyai makna keharmonisan antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa. Tulisan tersebut sepertinya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Demikian pula dengan pilarnya, karena diihat dari serat kayu serta motifnya merupakan motif kayu kuno.

Walaupun Kelenteng Poo An Kiong adalah tempat ibadah, tetapi Kelenteng Poo An Kiong juga menjadi kajian budaya Tionghoa. Sehingga siapa saja masyarakat, terlepas apa saja suku dan keyakinan yang dianutnya bisa belajar tradisi Tionghoa obyek wisata sejarah, budaya dan wisata religi ini.